Kamis, 15 November 2012

KEAMANAN JARINGAN KOMPUTER

KEAMANAN JARINGAN KOMPUTER
Keamanan Jaringan
Salah satu pusat perhatian dalam keamanan jaringan adalah mengendalikan access terhadap resources jaringan. Bukan saja sekedar mengontrol siapa saja yang boleh mengakses resources jaringan yang mana, pengontrolan akses ini juga harus memanage bagaimana si subject (user, program, file, computer dan lainnya) berinteraksi dengan object-2 (bisa berupa sebuah file, database, computer, dll atau lebih tepatnya infrastruktur jaringan kita).

Prinsip keamanan jaringan
Sebelum memahami berbagai macam ancaman keamanan jaringan, anda perlu memahami prinsip keamanan itu sendiri.
  1. Kerahasiaan (confidentiality), dimana object tidak di umbar atau dibocorkan kepada subject yang tidak seharusnya berhak terhadap object tersebut, atau lazim disebut tidak authorize. 
  2. Integritas (Integrity), bahwa object tetap orisinil, tidak diragukan keasliannya, tidak dimodifikasi dalam perjalanan nya dari sumber menuju penerimanya. 
  3. Ketersediaan (Availability), dimana user yang mempunyai hak akses atau authorized users diberi akses tepat waktu dan tidak terkendala apapun.
Prinsip keamanan ini lazim disebut segitiga CIA (Confidentiality, Integrity, Availability). Dan salah satu goal utama dari pengendalian akses adalah untuk menjaga jangan sampai ada yang tidak authorize mengakses objek-2 seperti jaringan; layanan-2; link komunikasi; komputer atau system infrastruktur jaringan lainnya oleh apa yang kita sebut sebagai ancaman keamanan jaringan.
Dalam perjalanan anda untuk membangun suatu system kemanan jaringan, salah satu prosesnya adalah menilai resiko keamanan dalam organisasi anda. Akan tetapi terlebih dahulu anda perlu juga memahami berbagai jenis ancaman keamanan jaringan.

Ancaman keamanan jaringan dan metoda yang umum Dipakai
Berikut ini adalah berbagai macam kelas serangan atau metoda serangan terhadap keamanan infrastruktur jaringan anda.

Memaksa masuk dan kamus password
Jenis ancaman keamanan jaringan ini lebih umum disebut sebagai Brute Force and Dictionary, serangan ini adalah upaya masuk ke dalam jaringan dengan menyerang database password atau menyerang login prompt yang sedang active. Serangan masuk paksa ini adalah suatu upaya untuk menemukan password dari account user dengan cara yang sistematis mencoba berbagai kombinasi angka, huruf, atau symbol. Sementara serangan dengan menggunakan metoda kamus password adalah upaya menemukan password dengan mencoba berbagai kemungkinan password yang biasa dipakai user secara umum dengan menggunakan daftar atau kamus password yang sudah di-definisikan sebelumnya.
Untuk mengatasi serangan keamanan jaringan dari jenis ini anda seharusnya mempunyai suatu policy tentang pemakaian password yang kuat diantaranya untuk tidak memakai password yang dekat dengan kita missal nama, nama anak, tanggal lahir dan sebagainya. Semakin panjang suatu password dan kombinasinya semakin sulit untuk diketemukan. Akan tetapi dengan waktu yang cukup, semua password dapat diketemukan dengan metoda brute force ini.

Denial of Services (DoS)
Deniel of Services (DoS) ini adalah salah satu ancaman keamanan jaringan yang membuat suatu layanan jaringan jadi mampet, serangan yang membuat jaringan anda tidak bisa diakses atau serangan yang membuat system anda tidak bisa memproses atau merespon terhadap traffic yang legitimasi atau permintaan layanan terhadap object dan resource jaringan. Bentuk umum dari serangan Denial of Services ini adalah dengan cara mengirim paket data dalam jumlah yang sangat bersar terhadap suatu server dimana server tersebut tidak bisa memproses semuanya. Bentuk lain dari serangan keamanan jaringan Denial of Services ini adalah memanfaatkan telah diketahuinya celah yang rentan dari suatu operating system, layanan-2, atau applikasi-2. Exploitasi terhadap celah atau titik lemah system ini bisa sering menyebabkan system crash atau pemakaian 100% CPU.

Tidak semua Denial of Services ini adalah merupakan akibat dari serangan keamanan jaringan. Error dalam coding suatu program bisa saja mengakibatkan kondisi yang disebut DoS ini. Disamping itu ada beberapa jenis DoS seperti:
  • Distributed Denial of Services (DDoS), terjadi saat penyerang berhasil meng-kompromi beberapa layanan system dan menggunakannya atau memanfaatkannya sebagai pusat untuk menyebarkan serangan terhadap korban lain. 
  • Ancaman keamanan jaringan Distributed refelective deniel of service (DRDoS) memanfaatkan operasi normal dari layanan Internet, seperti protocol-2 update DNS dan router. DRDoS ini menyerang fungsi dengan mengirim update, sesi, dalam jumlah yang sangat besar kepada berbagai macam layanan server atau router dengan menggunakan address spoofing kepada target korban. 
  • Serangan keamanan jaringan dengan membanjiri sinyal SYN kepada system yang menggunakan protocol TCP/IP dengan melakukan inisiasi sesi komunikasi. Seperti kita ketahui, sebuah client mengirim paket SYN kepada server, server akan merespon dengan paket SYN/ACK kepada client tadi, kemudian client tadi merespon balik juga dengan paket ACK kepada server. Ini proses terbentuknya sesi komunikasi yang disebut Three-Way handshake (bahasa teknis kita apa yach …masak jabat tangan tiga jalan????he..he..) yang dipakai untuk transfer data sampai sesi tersebut berakhir. Kebanjiran SYN terjadi ketika melimpahnya paket SYN dikirim ke server, tetapi si pengirim tidak pernah membalas dengan paket akhir ACK. 
  • Serangan keamanan jaringan dalam bentuk Smurf Attack terjadi ketika sebuah server digunakan untuk membanjiri korban dengan data sampah yang tidak berguna. Server atau jaringan yang dipakai menghasilkan response paket yang banyak seperti ICMP ECHO paket atau UDP paket dari satu paket yang dikirim. Serangan yang umum adalah dengan jalan mengirimkan broadcast kepada segmen jaringan sehingga semua node dalam jaringan akan menerima paket broadcast ini, sehingga setiap node akan merespon balik dengan satu atau lebih paket respon. 
  • Serangan keamanan jaringan Ping of Death, adalah serangan ping yang oversize. Dengan menggunakan tool khusus, si penyerang dapat mengirimkan paket ping oversized yang banyak sekali kepada korbannya. Dalam banyak kasus system yang diserang mencoba memproses data tersebut, error terjadi yang menyebabkan system crash, freeze atau reboot. Ping of Death ini tak lebih dari semacam serangan Buffer overflow akan tetapi karena system yang diserang sering jadi down, maka disebut DoS attack. 
  • Stream Attack terjadi saat banyak jumlah paket yang besar dikirim menuju ke port pada system korban menggunakan sumber nomor yang random.

Spoofing
Spoofing adalah seni untuk menjelma menjadi sesuatu yang lain. Spoofing attack terdiri dari IP address dan node source atau tujuan yang asli atau yang valid diganti dengan IP address atau node source atau tujuan yang lain.

Serangan Man-in-the-middle
Serangan keamanan jaringan Man-in-the-middle (serangan pembajakan) terjadi saat user perusak dapat memposisikan diantara dua titik link komunikasi.
  • Dengan jalan mengkopy atau menyusup traffic antara dua party, hal ini pada dasarnya merupakan serangan penyusup.
  • Para penyerang memposisikan dirinya dalam garis komunikasi dimana dia bertindak sebagai proxy atau mekanisme store-and-forwad (simpan dan lepaskan).
Para penyerang ini tidak tampak pada kedua sisi link komunikasi ini dan bisa mengubah isi dan arah traffic. Dengan cara ini para penyerang bisa menangkap logon credensial atau data sensitive ataupun mampu mengubah isi pesan dari kedua titik komunikasi ini.

Spamming
Spam yang umum dijabarkan sebagai email yang tak diundang ini, newsgroup, atau pesan diskusi forum. Spam bisa merupakan iklan dari vendor atau bisa berisi kuda Trojan. Spam pada umumnya bukan merupakan serangan keamanan jaringan akan tetapi hampir mirip DoS.

Sniffer
Suatu serangan keamanan jaringan dalam bentuk Sniffer (atau dikenal sebagai snooping attack) merupakan kegiatan user perusak yang ingin mendapatkan informasi tentang jaringan atau traffic lewat jaringan tersebut. suatu Sniffer sering merupakan program penangkap paket yang bisa menduplikasikan isi paket yang lewat media jaringan kedalam file. Serangan Sniffer sering difokuskan pada koneksi awal antara client dan server untuk mendapatkan logon credensial, kunci rahasia, password dan lainnya.

Crackers
Ancaman keamanan jaringan Crackers adalah user perusak yang bermaksud menyerang suatu system atau seseorang. Cracker bisasanya termotivasi oleh ego, power, atau ingin mendapatkan pengakuan. Akibat dari kegiatan hacker bisa berupa pencurian (data, ide, dll), disable system, kompromi keamanan, opini negative public, kehilangan pasar saham, mengurangi keuntungan, dan kehilangan produktifitas.
Dengan memahami ancaman keamanan jaringan ini, anda bisa lebih waspada dan mulai memanage jaringan anda dengan membuat nilai resiko keamanan jaringan dalam organisasi anda atau lazim disebut Risk Security Assessment.

Adapun yang termasuk sistem keamanan komputer sebagai berikut “ 
  • Hacker
Asal pertama kata “Hacker” sendiri berawal dari sekitar thun 60-an di Las Vegas di adakan sebuah permainan (Game) yang menggunakan system jaringan komputer (networking) dimana cara permainan itu satu sama lain berusaha untuk masuk ke system komputer lawan (pemain lainya) dan melumpuhkannya. dari sinilah kemudian orang-orang menamakan sekelompok anak-anak muda yang mengikuti permainanan ini sebagai “Hackers” yaitu sekelompok anak-anak muda yang mampu menjebol dan melumpuhkan system komputer orang.
  • Cracker
Sebutan untuk mereka yang masuk ke sistem orang lain dan cracker lebih bersifat destruktif, biasanya di jaringan komputer, mem-bypass password atau lisensi program komputer, secara sengaja melawan keamanan komputer, men-deface (merubah halaman muka web) milik orang lain bahkan hingga men-delete data orang lain, mencuri data dan umumnya melakukan cracking untuk keuntungan sendiri, maksud jahat, atau karena sebab lainnya karena ada tantangan. Beberapa proses pembobolan dilakukan untuk menunjukan kelemahan keamanan sistem.
  • White Hat
Istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada peretas yang secara etis menunjukkan suatu kelemahan dalam sebuah sistem komputer. White hat secara umum lebih memfokuskan aksinya kepada bagaimana melindungi sebuah sistem, dimana bertentangan dengan black hat yang lebih memfokuskan aksinya kepada bagaimana menerobos sistem tersebut.
  • Black Hat
Istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada peretas yaitu mereka yang menerobos keamanan sistem komputer tanpa ijin, umumnya dengan maksud untuk mengakses komputer-komputer yang terkoneksi ke jaringan tersebut. Istilah cracker diajukan oleh Richard Stallman untuk mengacu kepada peretas dalam arti ini.
  • Script Kiddies
Tingkatan level yang paling rendah, Mereka hanya tahu tentang dasar bagaimana memodifikasi Script atau Program dengan mencari artikel pendukung di internet, forum maupun Youtube. Segala informasi mereka kumpulkan untuk mengubah script yang sudah ada dengan cara coba-coba. Kemampuan mereka dalam membuat atau merusak suatu program tergolong rendah.
  • Elite Hacker
Juga dikenal sebagai 3l33t, 3l337, 31337 atau kombinasi dari itu; merupakan ujung tombak industri keamanan jaringan. Mereka mengerti sistemoperasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global. Sanggup melakukan pemrogramman setiap harinya. Sebuah anugrah yang sangat alami, mereka biasanya effisien & trampil,menggunakan pengetahuannya dengan tepat. Mereka seperti siluman dapat memasuki sistem tanpa di ketahui, walaupun mereka tidak akan menghancurkan data-data. Karena mereka selalu mengikuti peraturan yang ada.
  • Vulnerable
Sesuatu yang bertalian dengan sistem komputer yang memungkinkan seseorang mengoperasikan dan menjalankannya dengan benar, atau memungkinkan pihak tak berwenang (bisa hacker) mengambil alih. Ada banyak tipe vulnerability. Ada miskonfigurasi dalam setup service, atau flaw programming service.
  • Security Hole
Merupakan Celah dari keamanan system/ mesin Hal tersebut disebabkan karena adanya kelemahan-kelemahan di dalam konfigurasi suatu sistem (Configuration Vulnerabilities) dll,sehingga dimanfaatkan untuk menyusup ke dalam suatu jaringan komputer tanpa diketahui pengelolanya
  •  Bug
sebuah kesalahan, error, kekurangan, atau kegagalan yang sering terjadi pada program komputer sehingga menghambat jalannya program sebagaimana mestinya
  •  Exploit
perangkat lunak yang menyerang kerapuhan keamanan (security vulnerability) yang spesifik namun tidak selalu bertujuan untuk melancarkan aksi yang tidak diinginkan. Banyak peneliti keamanan komputer menggunakan exploit untuk mendemonstrasikan bahwa suatu sistem memiliki kerapuhan.
  • Logical Bomb
merupakan program yang dimasukkan ke dalam suatu komputer yang bekerja untuk memeriksa kumpulan kondisi di dalam suatu sistem. Jika kondisi yang dimaksud terpenuhi, maka program akan mengeksekusi perintah yang ada di dalamnya. Program ini berjalan jika ada pemicu. Biasanya pemicunya adalah jika user menjalankan program tertentu atau menekan salah satu tombol keyboard.

Minggu, 09 September 2012

konfigurasi DNS pada Debian


1.     Install paket dns dengan perintah
Debian:~# apt-get install bind9
2.     Menambah skrip pada file /etc/bind/named.conf
Debian:~# nano /etc/bind/named.conf
Ketik skrip di bawah ini:
Zone “anatsa.com” {
                type master;
                file “/etc/bind/db.anatsa”;
};
Zone “192.in-addr.arpa” {
                type master;
                file “/etc/bind/db.192”;
};
Setelah itu simpan dengan ctrl-x => y => enter
3.     -mengcopy file db.local ke /etc/bind/db.lks
Debian:~#cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.anatsa
-mengcopy file db.127 ke /etc/bind/db.200
Debian:~#cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/db.192
4.     -masuk ke db.anatsa
Debian:~#nano /etc/bind/db.anatsa
 
Edit script menjadi seperti dibawah ini
$TTL 604800
@            IN            SOA        anatsa.com. root.anatsa.com. (
2              ; Serial
604800  ; Refresh
86400    ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@            IN           NS             anatsa.com.
@            IN           A                192.168.2.77
www      IN           CNAME   anatsa.com.
ftp           IN           CNAME   anatsa.com.
ntp          IN           CNAME   anatsa.com.
mail        IN           CNAME   anatsa.com.
setelah itu simpan
-kemudian masuk ke db.192
Debian:~#nano /etc/bind/db.192
edit skrip menjadi seperti di bawah ini
$TTL 604800
@            IN            SOA        anatsa.com. root.anatsa.com. (
1               ; Serial
604800 ; Refresh
86400    ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@               IN            NS          anatsa.com.
77.2.168    IN            PTR       anatsa.com.
Kemudian simpan
5.     Edit file /etc/resolv.conf
Debian:~#nano /etc/resolv.conf
Edit scriptnya menjadi
search    anatsa.com
nameserver 192.168.2.77
kemudian simpan
6. Restart layanan bind9
-Debian:~#/etc/init.d/bind9 restart
7. Cek hasil konfigurasi kita
-Debian:~#nslookup anatsa.com
-Debian:~#nslookup192.168.2.77

konfigurasi web server pada debian

Install paket apache2 php5 links
Debian:~#apt-get install apache2 php5 links
Untuk merubah halaman index dari web kita bisa mengdit file index.html di direktory /var/www
Debian:~#nano /var/www/index.html
Edit script menjadi seperti dibawah ini
<html>
<title>judul</title>
<body>
<h1><font color=red>silahkan diisi sesuka kalian</font></h1>
</body>
</html>
Kemudian simpan
Untuk mengecek web server kita bisa menggunakan web browser basis teks yang sudah kita install tadi yaitu links
Debian:~#links an.com
Untuk keluar tekan ctrl+z
4. Setting mail server
-Install paket mail server
Debian:~#apt-get install postfix courier-imap courier-pop
saat instalasi pada postfix configuration langsung tekan ok, pilih internet sites, system mail name kita ganti menjadi lks.com
Langkah selanjutnya yaitu membuat directory tempat penyimpanan mail
Debian:~#maildirmake /etc/skel/Maildir
Kemudian kita membuat user
Debian:~#adduser admin
Kemudian masukkan password dan informasi seperlunya
Edit file main.cf di directory /etc/postfix
Debian:~#/nano /etc/postfix/main.cf
Tambahkan script dibawah ini di bagian paling bawah
home_mailbox    = Maildir/
langkah selanjutnya kita akan mereconfigure postfix
Debian:~#dpkg-reconfigure postfix
Ikuti langkah-langkah dibawah ini:
  • Tekan OK
  • Pilih internet sites
  • System mail name isikan lks.com
  • Root and postmaster mail recepient kita kosongi langsung tekan OK
  • Other destination langsung kita OK
  • Force synchronous update on mail queue kita pilih NO
  • Pada local network tambahkan 202.100.4.1/24
  • Use procmail for local delivery kita pilih NO
  • Mailbox size limit tidak kita rubah langsung OK
  • Local address extension tidak kita rubah langsung OK
  • Internet protokol kita pilih ipv4
Restart postfix
Debian:~#/etc/init.d/postfix restart

Rabu, 05 September 2012

kesalahan konfigurasi DNS Server, Web Server, Mail Server dan Solusinya pada Debian 5

Kesalahan konfigurasi DNS Server dan Web Mail Server pada Linux Debian Lenny

Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/ Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address.Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet.  Sedangkan Web mail server digunakan sebagai layanan surat-menyurat secara elektronik dalam jaringan. Maka dari itu pengkonfigurasian DNS dan Web Mail Server sangatlah penting.
Berikut ini merupakan masalah-masalah yang kami temui ketika konfigurasi DNS
Masalah1 :  Muncul peringatan “Ping request could not find host 200.100.4.65 Please check the name and try again” atau “Ping 200.100.4.65 is not recognized as an internal or external command operable programer batch file
Penyebab :  Mengetik IP adsress di bawah IP address kita
Solusi       :  ketikkan IP addres kita dengan benar

Masalah2 :  Muncul peringatan “The syntax of the comment is in correct
Penyebab :  salah memasukkan perintah missal if config
Solusi       :  ketikkan perintah dengan benar

    Pada server (Debian)
Masalah3 :  Tidak dapat restart layanan bind9 (Setting domain name service  . . . .  : bind9 failed!)
Penyebab :  kesalahan mengetikkan script pada konfigurasi named.conf, db.forward maupun reversenya
Solusi       :  Masuk dikonfigurasi named.conf, db. Forward, atau db.reverse telitilah apakah ada script yang salah, apabila ada betulkan scriptnya kemudian restart ulang.

Masalah4 :  ketika masuk ke db. Forward atau db.reverse maka tampilannya kosong
Penyebab :  salah memasukan perintah copy db.forward maupun db.reverse
Solusi       :  Ketikkan perintah copy dengan benar, apabila yang dicopykan zone forward maka file yang dikopikan juga harus file db.forwardnya,  begitu juga untuk db.reverse.
                   Misalnya pada named.conf:
                   zone “linux.com” {
                        type master;
                        file “/etc/bind/db.gg”;
                   };
                   zone “192.in-addr.arpa” {
                        type master;
                        file “/etc/bind/db.hh”;
                   };

                 Maka untuk meng-copy db.forward-nya adalah
                 cp /etc/bind/db.local /var/cache/bind/db.gg
                 untuk meng-copy db.reverse-nya adalah
                 cp /etc/bind/127 /var/cache/bind/db.hh

Pada Client (windows-melalui cmd)

Masalah5 :  Muncul peringatan “Can’t find Server name for address …”
Penyebab :  kesalahan mengetikkan script pada konfigurasi named.conf, db.forward maupun reversenya pada server (Debian)
Solusi       :  Masuk dikonfigurasi named.conf pada server


Masalah6 :  Muncul peringatan “DNS request timed out”
Penyebab :  IP address client sama dengan alamat IP address server dan IP address client dengan server beda kelas
Solusi       :  ubahlah alamat IP client agar tidak sama dengan IP server, dan samakan juga kelas IP antara IP client dengan IP Server.

Masalah7 :  Muncul peringatan “DNS servers are not available”
Penyebab :  DNS pada client belum disetting
Solusi       :  Settinglah DNS pada client


Masalah8 :  ketika restart layanan network/interfaces gagal (failed to bring up eth0)
Penyebab :  salah mengetikkan script-kurang mengetikkan ‘add’
Solusi       :  ketikkan script dengan benar ‘up ip addr add 200.100.4.67/27 brd 200.100.4.95 dev eth0 label eth0:0

Masalah9 :  DNS belum bias digunakan ketika dicek dengan nslookup
Penyebab :  file resolv.conf belum diedit
Solusi       :  edit file resolv.conf


Masalah10 :  muncul peringatan “Failed to bring up eth0” ketika restart file network/interfaces
Penyebab :  dalam melakukan instalasi terdapat kesalahan dalam menambahkan alamat IP alias
Solusi       :  reboot, kemudian ketikkan script dengan benar

Masalah11 :  tidak bisa terhubung dengan server/ client
Penyebab :  pengaturan salah
Solusi       :  Pada network adapter di VirtualBox pengaturan attached to jika NAT diganti Host Only adapter

Masalah12 :  muncul peringatan “No such file or directory
Penyebab :  salah mengetikkan perintah
Solusi       :  ketik perintah dengan benar “/etc/init.d/bind9 restart


Masalah13 :  Muncul peringatan “From IP…destination Host Unreachable”
Penyebab :  IP client dengan IP server sama
Solusi       :  IP client diganti agar tidak sama dengan IP server

Masalah14 :  Muncul peringatan “No such file or Directory”
Penyebab :  perintah salah
Solusi       :  perintah dicek lagi

Masalah15 :  muncul peringatan “Server can’t find 192…….”
Penyebab :  salah konfigurasi db.reverse dan db.forward
Solusi       :  konfigurasikan db.reverse dan db.forward dengan benar


Masalah16 :  Muncul peringatan “imap error” ketika dicek dengan browser
Penyebab :  script yang diketikkan salah
Solusi       :  Buka file nano /etc/postfix/main.cf
                   Pada tambahan script home-mailbox = maildir/
                   Seharusnya home_mailbox = Maildir/
                   kemudian simpan

Masalah17 :  tidak bisa terhubung dengan server/ client
Penyebab :  pengaturan salah
Solusi       :  Pada network adapter di VirtualBox pengaturan attached to jika NAT diganti Host Only adapter
                        
Masalah18 :  webmail yang dibuat tidak bisa muncul ketika dicek dengan browser
Penyebab :  IP client belum disetting
Solusi       :  setting IP client dengan kelas yang sama dengan IP server dan tidak boleh sama dengan IP server

Masalah19 :  Waktu pengiriman pesan error
Penyebab :  script salah-pengkonfigurasian script postfix salah
Solusi       :  konfigurasi ulang dengan ketik dpkg-reconfigure postfix