Kesalahan
konfigurasi DNS Server dan Web Mail Server pada Linux Debian Lenny
Domain Name
System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian
nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP
(Transmission Control Protocol/ Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada
aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS
membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address.Selain digunakan di
Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet.
Sedangkan Web mail server digunakan sebagai layanan surat-menyurat secara
elektronik dalam jaringan. Maka dari itu pengkonfigurasian DNS dan Web Mail
Server sangatlah penting.
Berikut ini
merupakan masalah-masalah yang kami temui ketika konfigurasi DNS
Masalah1
: Muncul peringatan “Ping request could
not find host 200.100.4.65 Please check the name and try again” atau “Ping 200.100.4.65 is not recognized as an internal or
external command operable programer batch file”
Penyebab
: Mengetik IP adsress di bawah IP
address kita
Solusi
: ketikkan IP addres kita dengan benar
Masalah2
: Muncul peringatan “The syntax of the
comment is in correct”
Penyebab
: salah memasukkan perintah missal if config
Solusi
: ketikkan perintah dengan benar
Pada server (Debian)
Masalah3
: Tidak dapat restart layanan bind9 (Setting domain name service . . . . : bind9 failed!)
Penyebab
: kesalahan mengetikkan script pada konfigurasi named.conf, db.forward
maupun reversenya
Solusi
: Masuk dikonfigurasi named.conf, db. Forward, atau db.reverse telitilah
apakah ada script yang salah, apabila ada betulkan scriptnya kemudian restart
ulang.
Masalah4
: ketika masuk ke db. Forward atau db.reverse maka tampilannya kosong
Penyebab
: salah memasukan perintah copy db.forward maupun db.reverse
Solusi
: Ketikkan perintah copy dengan benar, apabila yang dicopykan zone
forward maka file yang dikopikan juga harus file db.forwardnya, begitu
juga untuk db.reverse.
Misalnya pada named.conf:
zone “linux.com” {
type master;
file “/etc/bind/db.gg”;
};
zone “192.in-addr.arpa” {
type master;
file “/etc/bind/db.hh”;
};
Maka untuk meng-copy db.forward-nya adalah
cp /etc/bind/db.local /var/cache/bind/db.gg
untuk
meng-copy db.reverse-nya adalah
cp /etc/bind/127 /var/cache/bind/db.hh
Pada Client
(windows-melalui cmd)
Masalah5
: Muncul peringatan “Can’t find Server name for address …”
Penyebab
: kesalahan mengetikkan script pada konfigurasi named.conf, db.forward
maupun reversenya pada server (Debian)
Solusi
: Masuk dikonfigurasi named.conf pada server
Masalah6
: Muncul peringatan “DNS request timed out”
Penyebab
: IP address client sama dengan alamat IP address server dan IP address
client dengan server beda kelas
Solusi
: ubahlah alamat IP client agar tidak sama dengan IP server, dan samakan
juga kelas IP antara IP client dengan IP Server.
Masalah7
: Muncul peringatan “DNS servers are not available”
Penyebab
: DNS pada client belum disetting
Solusi
: Settinglah DNS pada client
Masalah8
: ketika restart layanan network/interfaces gagal (failed to bring up eth0)
Penyebab
: salah mengetikkan script-kurang mengetikkan ‘add’
Solusi
: ketikkan script dengan benar ‘up ip addr add 200.100.4.67/27 brd
200.100.4.95 dev eth0 label eth0:0
Masalah9
: DNS belum bias digunakan ketika dicek dengan nslookup
Penyebab
: file resolv.conf belum diedit
Solusi
: edit file resolv.conf
Masalah10
: muncul peringatan “Failed to bring up
eth0”
ketika restart file network/interfaces
Penyebab
: dalam melakukan instalasi terdapat kesalahan dalam menambahkan alamat
IP alias
Solusi
: reboot, kemudian ketikkan script dengan benar
Masalah11
: tidak bisa terhubung dengan server/ client
Penyebab
: pengaturan salah
Solusi
: Pada network adapter di VirtualBox pengaturan attached to jika NAT diganti Host Only adapter
Masalah12
: muncul peringatan “No such file or
directory”
Penyebab
: salah mengetikkan perintah
Solusi
: ketik perintah dengan benar “/etc/init.d/bind9
restart”
Masalah13
: Muncul peringatan “From IP…destination Host Unreachable”
Penyebab
: IP client dengan IP server sama
Solusi
: IP client diganti agar tidak sama dengan IP server
Masalah14
: Muncul peringatan “No such file or Directory”
Penyebab
: perintah salah
Solusi
: perintah dicek lagi
Masalah15
: muncul peringatan “Server can’t find 192…….”
Penyebab
: salah konfigurasi db.reverse dan db.forward
Solusi
: konfigurasikan db.reverse dan db.forward dengan benar
Masalah16
: Muncul peringatan “imap error” ketika dicek dengan browser
Penyebab
: script yang diketikkan salah
Solusi
: Buka file nano
/etc/postfix/main.cf
Pada tambahan script
home-mailbox = maildir/
Seharusnya home_mailbox = Maildir/
kemudian simpan
Masalah17
: tidak bisa terhubung dengan server/ client
Penyebab
: pengaturan salah
Solusi
: Pada network adapter di VirtualBox pengaturan attached to jika NAT diganti Host Only adapter
Masalah18
: webmail yang dibuat tidak bisa muncul ketika dicek dengan browser
Penyebab
: IP client belum disetting
Solusi
: setting IP client dengan kelas yang sama dengan IP server dan tidak
boleh sama dengan IP server
Masalah19
: Waktu pengiriman pesan error
Penyebab
: script salah-pengkonfigurasian script postfix salah
Solusi
: konfigurasi ulang dengan ketik dpkg-reconfigure
postfix
Tidak ada komentar:
Posting Komentar